Aci Keburan di Pura Hyang Api, Pemdek Luar Desa Sembahyang dari Meraja Masing-masing

Gianyar, BaliNews.id – Tradisi “Aci Keburan” di Pura Hyang Api, Desa Adat Kelusa, Kecamatan Payangan, pada piodalan saat ini tetap berlangsung. Karena di tengah pandemi Covid-19, pengempon pura membatasi pemedek yang tangkil, sehingga hanya dilakukan oleh pengempon pura saja dengan mengikuti protokol kesehatan. Termasuk dalam penerapannya nanti pemedek yang bisa memasuki areal pura hanya sebanyak 25 orang sekali menghaturkan bhakti. Sedangkan yang dari luar desa, agar melaksanakan dari merajan masing-masing.

Bendesa Adat Kelusa, Nyoman Suarka, Jumat (25/9) menjelaskan, pihaknya di Desa Adat telah mengeluarkan surat himbauan kepada pengempon maupun pemedek yang hendak nangkil. “Sudah ada surat edaran dan himbauan terkait pelaksanaan Aci Keburan yang serangkaian piodalan di Pura Hyang Api. Itu tidak bisa ditiadakan, karena memang pemedek menghaturkan Aci Keburan sesuai kaulnya (janji),” jelasnya.

BACA JUGA  Buka Lewat Jam 10 Malam, Petugas Tegur Pemilik Kafe di Tulikup  
Aci Keburan di Pura Hyang Api, Pemdek Luar Desa Sembahyang dari Meraja Masing-masing
Suasana Tradisi “Aci Keburan” Beberapa Tahun Lalu (BaliNews)

Dipaparkan, piodalan di Pura Hyang Api bertepatan dengan Hari Suci Kuningan pada Sabtu (26/6) mendatang. Sementara tradisi Aci Keburan pemedek seperti biasanya terselenggara selama satu bulan. Sehingga dalam kurun waktu satu bulan itu, pemedek yang ingin bayar kaul (janji) dengan tradisi tersebut bisa dalam jangka waktu tersebut.

“Tradisi tetap terlaksana, hanya saja bedanya tetap menggunakan prokes yang ketat. Jumlahnya nanti diatur, sebanyak 25 orang akan bergiliran masuk ke areal pura. Setelah melaksanakan tradisi, sembahyang, lanjut mereka langsung pulang,” ujarnya.

Aci Keburan di Pura Hyang Api, Pemdek Luar Desa Sembahyang dari Meraja Masing-masing
Suasana Tradisi “Aci Keburan” Beberapa Tahun Lalu (BaliNews)

Sesuai surat edaran yang dikeluarkan Desa Adat Kelusa nomor 102/DA KLS/2020, menerangkan adanya tiga poin. Pertama dalam prosesi upacara piodalan di Pura Hyang Api dan ukapara Aci Keburan hanya dilakukan oleh pengempon pura. Kedua pengempon pura wajib mentaati protokol kesehatan, mengenakan masker, cuci tangan, dan menjaga jarak. Sedangkan ketiga, pemedek yang berasal dari luar desa untuk upakara dan Aci Keburan diimbau dilakukan dari pemerajan masing-masing. “Kami tegaskan, agar warga dari luar desa melaksanakannya dari merajan masing-masing,” pungkasnya. (dt)

BACA JUGA  Jenazah Kapten Cpn Kadek Udi Tiba di Bali

Editor : Agus Hendrawan

Facebook Comments

Agus Hendrawan

Merupakan salah satu tim dari BaliNews.id