5 Warga Banjar Sakah Meninggal Secara Beruntun

Anggota Komisi III DPRD Gianyar Putu Gede Pebriantara dengan unsur Dinas Kesehatan Gianyar, Perbekel Batuan Kaler, Bendesa Adat Ganggangan Cangi gelar rapat di kantor Desa Batuan Kaler, Kecamatan Sukawati, Kamis (4/6).

Rapat ini membahas kejadian aneh kematian 5 warga Banjar Sakah secara beruntun. Bendesa Adat Ganggangan Cangi I Ketut Santika mengatakan telah meminta petunjuk. “Kami sudah minta petunjuk ring Ratu Peranda Griya Ageng Kemenuh. Kapica ngemargiang Caru Balik Sumpah ring tengah Setra Adat Banjar Sakah. Selain itu, juga menggelar pecaruan ayam brumbun di jalan masuk setra,” jelasnya. Sesuai petunjuk, pecaruan ini akan digelar pada rahina Kajeng Kliwon Pamelastali, Redite Kliwon Watugunung, Minggu (28/6) mendatang.

Kejadian beruntun ini diawali dengan kematian lansia I Nyoman Dumun pada Selasa (26/5) malam, disusul adik kandungnya I Ketut Rawa keesokan harinya, Rabu (27/5) dini hari sekitar pukul 03.00 wita. Berselang sehari, kembali terjadi kematian dua warga lainnya yakni I Nyoman Kamboja pada Kamis (28) pagi dan I Ketut Sujana pada sore hari. Keempat almarhum telah dikuburkan di Setra Pura Dalem setempat.

BACA JUGA  Breaking News! Kapal Kandas di Pelabuhan Padangbay Bali

Menyusul kematian seorang warga Banjar Sakah Desa Adat Ganggangan Cangi Desa Adat Batuan Kecamatan Sukawati, I Ketut Mariana, 51, secara mendadak saat melayangan, Kamis (4/6) sekitar pukul 12.30 wita. Korban ditemukan dalam posisi telungkup di area sawah sekitar 50 meter sebelah barat rumahnya. Kematian Ketut Mariana, menambah kesan misterius menyusul kejadian kematian 4 krama Subak Teges Ulu secara beruntun sebelumnya. Sehingga dalam kurun waktu seminggu, ada 5 warga banjar yang meninggal beruntun.

Kematian korban Ketut Mariana, hanya berselang 3 hari setelah kematian 2 krama subak Teges Ulu sebelumnya. Sehingga menurut dresta setempat, penguburan selanjutnya harus lewat dari 3 hari setelah penguburan sebelumnya. “Baru Senin (1/6) ngliyukan 2 krama. Sesuai dresta, harus lewat 3 hari agar tidak nyambung terus. Jadi rencana nyulubin (penguburan) besok (Jumat (5/6)) subuh sekitar pukul 05.30 wita,” jelasnya.

BACA JUGA  Ancam di FB Mau Bom Bali, Pemilik Akun “Jun Bintang” Ditangkap

Sementara itu, kejadian misterius kematian beruntun ini menjadi atensi Anggota DPRD Kabupaten Gianyar Dapil Sukawati, Putu Gede Pebriantara. Sebab kematian beruntun ini cukup meresahkan masyarakat. Karena sempat muncul kekhawatiran karena Covid-19 atau keracunan. “Menjadi atensi, karena dari beberapa kasus agar tidak simpang siur. Kelima warga ini meninggalnya di rumah sakit,” jelasnya.

Menurut Putu Pebri, warga yang meninggal pertama tidak ada kaitannya dengan keracunan makanan. “Yang pertama meninggal karena gejala sakit Demam Berdarah. Kedua menyusul adiknya, ini karena memiliki riwayat sakit jantung. Mendengar kakaknya meninggal, adiknya syok hingga meninggal dunia juga,” jelasnya. Kata Pebri, kelima kasus ini memiliki sebab mati yang berbeda-beda, sehingga tidak bisa serta merta diduga akibat keracunan makanan. Terlebih dikaitkan dengan proses mebat dan nguling untuk upacara Mesaba Subak Teges Ulu. “Itu berbeda kasusnya. Yang ketiga muntaber, keempat sesak nafas. Nah justru yang keempat ini sempat membuat resah masyarakat karena dikira Covid. Tapi setelah diswab, hasilnya negative,” tegasnya.

BACA JUGA  Polda Bali Musnahkan Barang Bukti Narkotika

Putu Pebri pun mengajak masyarakat setempat untuk tidak khawatir berlebihan. Sebab, pikiran yang kusut juga akan berpengaruh terhadap kesehatan. “Mohon jangan khawatir. Semua sakitnya berbeda. Sementara tidak ada mengarah pada keracunan makanan,” ujarnya.(gb)