3 Hari Tak Makan, Pria Paruh Baya Jatuh Lemas Dievakuasi ala Covid-19

BaliNews.id – Wabah Covid-19 memaksa setiap orang agar lebih kreatif mengais rejeki. Sebab, jika berserah diri tanpa pekerjaan tanpa penghasilan bisa-bisa menderita kelaparan. Seperti yang dialami seorang pria paruh baya yang jatuh lemas di Banjar Tegal Desa Tulikup, Kecamatan Gianyar, Sabtu (9/5). Pria tanpa identitas itu ternyata sudah 3 hari tidak makan. Namun karena tak satu pun ada orang yang mengetahui kondisi pria ini, maka evakuasi dilakukan ala Covid-19.

Petugas berpakaian APD lengkap langsung merujuk ke RS Sanjiwani. Pasien pun rencananya akan dirapid test untuk memastikan kondisinya. Namun, belum juga disuntik pasien keburu sadar dan langsung kabur. Pasien kabur ke arah Beng. Sementara petugas medis kewalahan mengejar karena memakai APD.

BACA JUGA  Karyawan Toko Emas Gasak Perhiasan Ratusan Juta

Pasien laki-laki kisaran usia 35 tahun itu, akhirnya baru bisa diamankan setelah pihak rumah sakit berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Gianyar. “Pasien sudah berhasil diamankan kembali,” ujar Ketua Harian GTPP Covid-19 Gianyar, Made Gede Wisnu Wijaya, Minggu (10/5).

Setelah berhasil diamankan, pasien kembali dirujuk ke rumah sakit. “Pasien kembali dibawa ke RS untuk rapid test. Hasilnya non reaktif atau negatif,” tegasnya.

Sembari menunggu kondisi pasien pulih, GTPP Covid Gianyar langsung berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Bali. “Sekarang sudah dibawa ke Dinsos Provinsi Bali untuk dipulangkan ke daerah asalnya,” jelasnya. Selain tidk membawa KTP, pengakuan pasien ini pun berubah-ubah. “Pasien tidak bawa KTP, awalnya ngaku dari Semarang. Kemarin sore terakhir, ngaku asal Jember. Kemungkinan pasien dalam kondisi linglung,” ujarnya. (gb)