Balinews.id

Ogah Bayar Denda Overstay dan Mengamuk, Bule Asal Perancis Dideportasi

TABS (43) dideportasi dari Indonesia pada Senin (25/3/2024). (Istimewa)

BADUNG, Balinews.id – Seorang WNA asal Perancis berinisial TABS (43) dideportasi pada Senin (25/3/2024) lantaran mengamuk dan melecehkan petugas imigrasi di Bandara Internasional Gusti Ngurah Rai. Selain mengacungkan jari tengah, ia bahkan hampir menurunkan celananya dan hendak memamerkan kemaluannya.

Kepala Rumah Detensi Imigrasi Denpasar, Gede Dudy Duwita menerangkan bahwa kejadian tersebut terjadi pada Rabu, 13 Maret 2024. Bule tersebut hendak berangkat dari Bali menuju Singapura. Saat diperiksa di Imigrasi, TABS diketahui melanggar ketentuan izin tinggalnya atau over stay selama empat hari.

“Petugas sempat menjelaskan kepadanya bahwa ia telah overstay dan harus membayar denda sebesar 1 juta Rupiah perharinya,” ujar Dudy.

Alih-alih membayar, TABS mulai menunjukkan gelagat tidak menyenangkan dan mengklaim bahwa ia memiliki Kitas serta sudah lama tinggal di Indonesia. Padahal Kitas yang dimaksud TABS masih berupa E-Visa yang harus terlebih dahulu diaktivasi pada saat kedatangan, sehingga hal tersebut mengharuskan ia keluar dari wilayah Indonesia terlebih dahulu.

Namun, bule tersebut justru membuat kerusuhan dengan memaksa memasuki ruangan office untuk mengambil paspor, boarding pass, dan visanya. Ia berdalih bahwa petugas tidak berhak menahan paspor dan dokumen miliknya.

Ia melawan petugas dengan melontarkan kata-kata kasar, bahkan sempat mengacungkan jari tengah serta hendak membuka celana dengan tujuan mengolok-olok petugas. TABS diamankan oleh Bidang Intelijen dan Penindakan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai.

Saat diperiksa, ia mengaku tidak mengetahui jika dirinya telah over stay. Menurut pengakuannya, ia mendapatkan informasi dari biro perjalanan yang membantu pengurusan izin tinggalnya, masih bisa tinggal di indonesia maksimal 60 hari setelah VITAS-nya terbit.

“Yang bersangkutan sempat ditahan di Rumah Detensi Imigrasi Denpasar. Setelah didetensi selama 12 hari, ia dideportasi ke negaranya pada 25 Maret 2024 dengan seluruh biaya ditanggung sendiri,” jelasnya.

Sesuai Pasal 102 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, penangkalan dapat dilakukan paling lama enam bulan dan setiap kali dapat diperpanjang paling lama enam bulan. Namun demikian keputusan penangkalan lebih lanjut akan diputuskan Direktorat Jenderal Imigrasi dengan melihat dan mempertimbangkan seluruh kasusnya,” tutup Gede Dudy. (*)

 

 

 

Begini Harapan Ratusan Penyandang Disabilitas pada Ketut Juliarta

KLUNGKUNG, Balinews.id – Pada hari Minggu, 14 Juli 2024, ratusan penyandang disabilitas berkumpul di Sekretariat…

March 26, 2024

Tanggulangi Kejahatan Siber, Polri akan Rekrut 45 Perwira di Bidang IT

NASIONAL, Balinews.id – Maraknya serangan siber di tanah air membuat Polri berencana merekrut sumber daya…

March 26, 2024

Nyoman Parta Sukses Perjuangkan Hak Pekerja APS, Downgrade Status Resmi Dibatalkan

Balinews.id – Rencana perubahan status pekerja dari PKWTT/Permanent menjadi PKWT/Kontrak di PT Angkasa Pura Supports…

March 26, 2024

10 WN Tiongkok Diamankan Atas Dugaan Pelanggaran Izin Tinggal

BADUNG, Balinews.id – Sepuluh warga negara asing (WNA) asal Tiongkok ditahan oleh Kantor Imigrasi Kelas…

March 26, 2024

Berbuah Manis! Rencana Perubahan Status Pegawai PT APS Dibatalkan

Badung, Balinews.id – Sengketa terkait perubahan status ketenagakerjaan yang terjadi di Bandara Ngurah Rai akhirnya…

March 26, 2024