Balinews.id

Ngaku Pemuda Setempat, Genjek Minta Sumbangan Ogoh-Ogoh

I Ketut Suandita alias Genjek (29) diringkus usai meminta sumbangan ogoh-ogoh dengan dalih pemuda setempat. (Istimewa)

DENPASAR, Balinews.id – Modus berpura-pura menjadi pemuda setempat dan meminta uang sumbangan ogoh-ogoh, I Ketut Suandita alias Genjek (29) diringkus. Kejadian tersebut terjadi di sebuah Pet Shop Jalan Astasura, Peguyangan, Denpasar  pada Sabtu (27/1).

Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi menerangkan bahwa pada saat kejadian sekitar pukul 12.00 wita, saksi bernama Nur Istianah (19) yang sedang duduk menjaga tokonya didatangi oleh pelaku dan diberitahu bahwa dirinya merupakan pemuda setempat.

“Pelaku lantas meminta sumbangan untuk ogoh-ogoh,” ungkapnya.

Lantaran merasa percaya, saksi memberikan uang senilai Rp 100.000 kepada pelaku. Namun, saat ia mengkonfirmasi kepada lingkungan setempat, ia terkejut mengetahui bahwa pelaku ternyata bukan pemuda atau pecalang setempat.

“Saksi kemudian melaporkan ke Pemilih toko dan diteruskan ke Polsek Denut,” terangnya.

Polisi lantas melakukan penyelidikan dan mendapat informasi mengenai keberadaan pelaku yang diduga berada di Jalan Ayani Utara, tepatnya di depan resto mie. Pelaku beserta barang bukti berupa 1 Sepeda Motor Yamaha Jupiter, Baju berwarna Cokelat, dan 1 buah Celana Jeans  dibawa ke Polsek Denpasar Utara untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Saat diinterogasi, pria asal Gianyar itu mengaku bahwa ia datang ke TKP setelah selesai minum dirumah temannya. Namun, karena kehabisan uang ia nekat berpura-pura meminta sumbangan ogoh-ogoh.

Pelaku telah melancarkan aksinya di TKP sebanyak 3 kali, yakni pada bulan Januari 2023 namun tidak diberi. Kemudian pada Juni 2023 diberi uang senilai Rp 180.000 dan yang terakhir pada 27 Januari 2024  diberi uang senilai Rp 100.000.

Tak cukup sampai disana, Genjek bahkan mengaku pernah melancarkan aksinya dengan Modus yang sama di Warung Madura, Kelurahan Tonja, Denpasar. Namun, korban tak memberi uang.

“Uang yang diperoleh akan digunakan pelaku untuk keperluan pribadinya,” terang Sukadi.

Saat dicek di aplikasi SIPP PN Denpasar, pelaku ternyata sudah 3 kali menjalani proses persidangan dengan rincian satu kali kasus penipuan pada September 2021. Kemudian dua kali kasus pemerasan dan pengancaman pada Januari 2023 dan September 2023.

“Pelaku akan melalui proses sidang Tindak Pidana Ringan pada Rabu 31 Januari 2024 di Pengadilan Negeri Denpasar,” pungkasnya. (*)

Tak Hanya Sekedar Hiburan, Ini Manfaat Membaca Novel yang Perlu Dipertimbangkan

INTERMESO, Balinews.id – Membaca novel seringkali dianggap sebagai hiburan semata bagi sebagian orang. Namun, ada…

January 31, 2024

Dikira Ngancam Pakai Pisau, Ternyata Pembuka Tutup Botol

DENPASAR, Balinews.id – Sepasang suami istri penjual nasi goreng di daerah Pemogan Denpasar Selatan mendapat ancaman dari…

January 31, 2024

Sempat Ngaku Sakit, Nyoman Panca Ditemukan Tewas Telanjang di Kamar Kos

DENPASAR, Balinews.id – Seorang pria asal Buleleng bernama I Dewa Nyoman Panca (54) ditemukan tak…

January 31, 2024

Bule Australia Dideportasi Akibat KDRT Dengan Istrinya yang Merupakan WNI

BADUNG, Balinews.id – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali, melalui Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim)…

January 31, 2024

Ancam Pedagang Nasgor di Pemogan dengan Sajam, Pria Ini Akhirnya Minta Maaf

VIRAL, Balinews.id – Warganet dihebohkan oleh sebuah video yang memperlihatkan seorang pria membawa senjata tajam…

January 31, 2024