Balinews.id

Bisnis Sabu dan Cuci Uang, Berikut Daftar Aset Eks Napi Narkotika di Bali

Konferensi pers kasus pencucian uang oleh mantan narapidana narkotika berinisial MW (36). (Foto: Denita BR Matondang)

Balinews.id – Praktik pencucian uang oleh mantan narapidana narkotika berinisial MW (36) berhasil dibongkar oleh Badan Narkotika Nasional Bali. MW ditangkap di sebuah Ruko di Desa Pemogan, Kota Denpasar, Bali, Senin (3/4).

Ia  terjerat kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) senilai Rp 15.070.530. Uang yang dikelola MW berasal dari hasil kejahatan bisnis narkoba jenis sabu saat mendekam di Lapas Kelas II A Kerobokan pada tahun 2016-2020.

“Kalau kita lihat dari jumlah Rp 15 miliar yang sudah dibuat seakan-akan legitimate berarti ada berapa kilo metamfetamin atau narkotika ini yang sudah beredar (di tengah masyarakat)? Ini yang berhasil diungkap belum yang lain, ini menjadi pembelajaran bagi kita semua,” kata Kepala BNN Komjen Petrus Petrus Reinhard Golose saat jumpa pers di ruko tersebut, Jumat (5/5).

Diketahui bahwa MW merupakan residivis kasus narkotika dengan barang bukti puluhan gram narkotika yang ditangkap oleh Polda Bali. Ia divonis 6 tahun penjara dan menjalani hukuman selama 4 tahun atau sejak 2016 sampai dengan 2020.

“MW terbukti melakukan transaksi narkotika dengan jaringannya menggunakan modus operandi nomor rekening atas nama orang lain yang MW pakai selama di dalam Lapas,” kata Golose.

Terbongkarnya praktik pencucian MW berawal dari penangkapan tersangka IGABK alias AT di halaman parkir Lapas Kelas II A Kerobokan pada 12 Februari 2018 lalu. Ternyata IGABK atau AT adalah kaki kanan MW. Berdasarkan hasil penyidikan,  IGABK satu jaringan orang narapidana Lapas Kelas II A Kerobokan, yakni IM alias K alias BC.

BNN juga menemukan adanya keterkaitan bisnis narkotika antara MW dan narapidana JC alias FC yang diamankan di Depok, Jawa Barat pada 16 Februari 2022 lalu. BNN kemudian melakukan profiling dan menelusuri transaksi keuangan dan aset milik MW. BNN menemukan bukti MW telah menerima uang hasil jual beli narkoba senilai Rp 12.818.650.000 IGABK, IM dan JC.

Dengan rincian dari IGABK Rp 9.870.350.000, IM senilai Rp 948.300.000 dan JC Rp 2.000.000.000. BNN masih menyelidiki lebih lanjut jaringan bisnis narkotika dikendalikan oleh MW. Golose belum menjelaskan lebih rinci bagaimana cara MW dan IGABK, IM dan JC berbisnis narkotika dari dalam Lapas.

“Yang berkaitan dengan narkotika masih kita lakukan penyelidikan dengan tersangka lain tapi rilis sekarang yang bisa dibuktikan oleh BNN,” kata Golose.

Golose menduga awal MW melakukan bisnis narkotika dengan membuat jaringan sendiri. MW memesan barang narkotika tersebut dari Jakarta.

“Untuk mengetahui (keterlibatan petugas) l Lapas silakan tanya langsung ke Lapas tapi mengapa banyak terjadi di Lapas? Karena mereka rata-rata bukan berarti lapas nya terlibat, tapi mereka karena sudah mendapatkan hukuman yang berat di Lapas karena dia punya kemampuan yang berkaitan dengan peredaran narkotika mereka mencari jaringan sendiri-sendiri seakan-akan controling,” katanya.

BNN berhasil menyita sejumlah barang bukti TPPU berupa harta milik MW dengan nilai Rp 15.070.530. 000. Sementara itu, IM dengan nilai TPPU Rp 2,7 miliar dan JC Rp 4,3 miliar.

“Penyidik berusaha menemukan yang atau harta benda kekayaan lain yang dapat dijadikan sebagai alat bukti kejahatan dan sudah melalui analisis transaksi keuangan narkotika,” katanya.

Dilansir Kumparan, adapun aset MW yang disita BNN adalah :

1. Sebidang tanah dan bangunan 3 buah ruko 3 lantai dengan luas 500 meter persegi di Desa Pemogan, Kota Denpasar. Harga aset mencapai Rp 10 miliar.

2. Sebidang tanah dan bangunan rumah 2 lantai dengan luas tanah 155 M persegi di Desa Pamecutan Kaja, Kota Denpasar. Harga rumah mencapai Rp 3 miliar.

3. Mobil Honda Accord hitam, keluaran Tahun 2020 dengan nomor polisi : DK-108-MN. Harga mobil senilai Rp 745.500.000

4. Mobil Honda CRV 1.5 Tahun 2021. Warna hitam Mutiara dengan nomor polisi: DK-108-NV. Harga mobil Rp Rp 558.000.000.

5. Sepeda motor Kawasaki ZX250R Tahun 2021. Warna merah dengan nomor polisi : DK-3939-MW. Harganya Rp 223.550.000

6. Sepeda motor Yamaha 2 DP-R A/T Tahun 2018 warna hitam dengan nomor polisi : DK-4337-AAR. Harga Rp 20. 000.000

7. 2 unit unit sepeda Brompton senilai Rp 80.0000.

8. sejumlah perhiasan emas dengan nilai Rp 443.480.000.

MW dijerat dengan Pasal 3, 4, 5 ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU, dengan ancaman maksimal hukuman pidana penjara 20 tahun dan denda Rp 10 miliar. (*)
 

Segera! Thailand Akan Legalkan Pernikahan Sesama Jenis

GLOBAL, Balinews.id – Anggota parlemen Thailand sedang bersiap untuk melakukan pemungutan suara yang bersejarah terkait…

May 6, 2023

Lirik Lagu Politrik Feast, Gambarkan Situasi Politik Saat Ini?

HIBURAN, Balinews.id – Band indie rock asal Indonesia, .Feast baru saja merilis lagu berjudul Politrik.…

May 6, 2023

Korban Jiwa Kebakaran Gudang LPG Kini 16 Orang, Tersisa 2 yang Dirawat

DENPASAR, Balinews.id – Korban jiwa akibat kebakaran di Gudang Gas LPG di Jalan Cargo Taman…

May 6, 2023

Menko Airlangga: Tak Ada Anggaran Bansos Untuk Korban Judol

NASIONAL, Balinews.id – Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan tak ada anggaran bantuan sosial (bansos)…

May 6, 2023

DPR Usulkan Mahasiswa Ekonomi Kelas Menengah Diberikan Beasiswa

NASIONAL, Balinews.id – c Menurutnya, model pembiayaan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang berlaku saat ini…

May 6, 2023