“TANTANGAN DUNIA MODERN DAN GLOBAL SOCIETY”

BaliNews.id – Dunia modern menuntut manusia harus sibuk dan aktif agar tidak tertinggal oleh zaman. Perubaan zaman begitu cepat bahkan melampaui gerak manusia sehingga dituntut untuk terus belajar dan beradaptasi agar bisa menjadi manusia yang survived. Tempat dimana kita hidup sekarang didominasi oleh suatu keadaan dimana kebebasan bertindak, berusaha, berpikir, berinovasi untuk saling menguasai itu sangatlah nyata, entah darimana pemikiran ini datang yang jelas begitulah keadaaan yang terjadi. Mau tidak mau kita harus mengikuti dan tentu itu juga akan berimplikasi dengan kehidupan kita entah itu menuju kearah kemajuan atau sebaliknya.

Dalam kehidupan sekarang sering kita dengar ada dua buah kubu yang  sangat mempengaruhi perkembangan dunia saat ini. Kubu pertama disebut dengan pemikiran barat dan kubu kedua disebut dengan pemikiran timur. Pemikiran barat dicirikan dengan kebebasan manusia diberbagai bidang dalam kehidupannya sedangkan pemikiran timur dicirikan dengan adanya control terhadap kehidupan manusia tersebut. Contohnya banyak bisa kita lihat dalam kehidupan sekarang ini baik itu dalam bidang pendidikan, politik, ekonomi social, dsb. Nah dari kedua kubu ini kita bisa menyimpulkan ke dalam diri kita sendiri, cenderung kearah mana kehidupan kita saat ini apakah kearah pemikiran barat atau timur atau ternyat gabungan keduanya.

Sebagai manusia yang beradab yang tentunya punya standar-standar tertentu dalam kehidupan hendaknya kemajuan zaman ini bisa kita manfaatkan demi kemajuan kehidupan kita bukan sebaliknya. Begitu pula halnya kedua pemikiran besar yang mempengaruhi dunia dewasa ini bisa kita adopsi mana yang cocok  demi kemajuan kita bahkan kita bisa mengambil inti-inti kebaikan dari kedua pemikiran itu dan menggabungkannya untuk kelangsungan hidup kita. Sebagai manusia kita memiliki kebebasan untuk hidup sesuai dengan keinginan kita namun tentu tanpa merugikan kehidupan orang lain, inilah sebenarnya arah kemajuan yang harus dipikirkan dan dilakukan oleh bangsa-bangsa didunia. Karena kenyataan yang sering kita lihat ada suatu bangsa yang ingin maju, namun ia akan mengorbankan bangsa lainnya. Ini tentu sangat tidak baik, karena melihat hakekat sebagai manusa kita memiliki hak kehidupan yang sama.

BACA JUGA  Perlakuan Kepada Anak Menciptakan Sikap Baru

Arus modernisasi dewasa ini seringpula dikatakan atau diprediksi akan menghancurkan budaya-budaya local. Pendapat ini tidaklah salah dan belum tentu semuanya benar, karena semua itu tergantung pada kemampuan manusia yang meresponnya. Dimanapun, kapanpun  dibelahan bumi ini akan terjadi suatu hubungan antara kebudayaan lama dengan kebudayaan baru yang menyebabkan suatu gesekan. Pada awalnya mungkin saling bertentangan namun setelah sekian lama tentu akan ada suatu sinkronisasi dari kedua kebudayaan itu. Biasanya banyak orang akan menilai bahwa budaya lama/tradisional lebih sesuai dengan kehidupan manusia bahkan tidak boleh diubah sedikitpun (pemikiran konservatif). Namun siring waktu karena terus ada pergesekan mau tidak mau budaya tradisional akan membuka diri bahkan bercampur dengan budaya modern ini. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan atau ditakutkan dengan pergesekan dua budaya ini karena sejatinya manusialah yang menentukan mana budaya yang cocok baginya dan mana yang tidak cocok. Kalau keduanya cocok maka keduanya akan dipakai, begitu pula sebaliknya kalau salah satu tidak cocok maka salah satu akan ditinggalkan.

BACA JUGA  Kapolda 4 Tahun, Ada Apa Kapolri ?

Di era sekarang yang sering disebut dengan era revolusi industry 4.0, dimana tentunya ada suatu kecepetan/loncatan perkembangan kehidupan umat manusia di seluruh dunia bahkan melampaui planet bumi. Di era ini semua sector kehidupan sangat terpengaruh oleh perkembangan revolusi 4.0, baik itu sector ekonomi, politik, pendidikan bahkan adat-istiadat masyarakat terkena imbasnya. Pertanyaan yang muncul apakah ini baik??, ya kembali ke sudut pandang masing-masing individu karena merekalah yang mengalami dan menikmatinya.

Dari fakta yang ada revolusi 4.0 ini bisa dinilai sebagai sebuah ambisi dari umat manusia di semua belahan dunia untuk aktif bersaing menunjukan kualitasnya untuk perubahan dan kemajuan individu dan lingkungannya. Kebebasan setiap individu untuk beroikir dan berinovasi sangat dihormati bahkan sangat diperlukan. Hubungan manusia sekarang tidak hanya sebatas dalam Negara saja namuan sudah melampaui benua, arus informasi dan komunikasi sangat cepat bahkan tidak ada matinya. Kemudian muncul lagi pertanyaan bagaimana kehidupan kita di masa depan??, tentu di masa depan tidak akan lagi ada pembatas antara manusia, kita bebas berinteraksi dengan manusia manapun, kapanpun. Batas Negara hanyalah geografis yang merupakan batas secara formalitas untuk pemerintahan, namun manusia tidak akan ada yang bisa membatasi. Inilah yang nantinya akan membentuk suatu istilah “Masyarakat Dunia” (Global Society). Global Society adalah Sebuah bentuk masyarakat dunia yang bebas tanpa batas. Perbedaan bahasa, budaya, umur, fisik, wilayah tempat tinggal yang selama ini digunakan untuk membatasi atau mencirikan kehidupan suatu bangsa, dimasa depan tidak akan dipakai lagi karena semua manusia akan terhubung dalam satu jaringan Masyarakat Dunia.

BACA JUGA  Pura Pusering Jagat (Centre Of The World)

Generasi sekarang hendaknya harus aktif mempersiapkan diri untuk menuju global society karena jika bisa memanfaatkan jaringan ini untuk kemajuan kita tentu sangat baik sekali. Maka dari itu persiapan yang paling bagus adalah bekali diri mulai sekarang dengan nilai-nilai moral, karena nilai moral inilah nantinya yang akan membentuk karakter kita agar kuat mengahadapi kemjuan zaman. Caranya bagaimana?, banyak hal yang bisa dilakukan mulai dari keluarga, masyarakat maupun sekolah kita bisa belajar tentang nilai moral ini. Di masa depan jika nilai moral manusia ini tidak lagi dipahami dan diterapkan niscaya manusia akan kehilangan arah bahkan akan ada suatu persaingan yang tidak sehat antara manusia satu dengan manusia lainnya tentu ini akan membawa kehancuran bagi manusia itu sendiri. Setiap bangsa di belahan dunia pasti memiliki nilai-nilai moral yang berasal dari filsafat kehidupan leluhurnya terdahulu, dari filsafat kita bisa diambil nilai-nilai kebaikan yang ccocok untuk membentengi diri agar selalu siap menerima perubahan. jika ini diterapkna bisa diyakini perkembangan zaman bisa menuju kearah kemajuan.

Penulis: Gede Julius (14/Mar/2021: Perenungan Di Hari Raya Nyepi)

Facebook Comments