SOSIALISASI PEMBUKUAN, PEMASARAN SERTA TINGKAT HIGIENITAS DAN SANITASI PADA KELOMPOK USAHA LOLOH CEMCEM DESA PENGLIPURAN

BaliNews.id – Kelompok dosen dari Universitas Warmadewa melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) pada kelompok usaha loloh cemcem di Desa Penglipuran Kabupaten Bangli, Senin (10/8/2020) lalu. Kegiatan yang bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat Pada Kelompok Usaha Loloh Cemcem Di Desa Penglipuran Kabupaten Bangli” dilakukan dengan tujuan memberikan pelatihan dan sosialisasi pada kelompok usaha loloh cemcem di desa tersebut terkait proses penyusunan laporan keuangan, pemasaran produk, serta tingkat higienitas dan sanitasi produksi. Program PKM ini dilakukan demi memberdayakan dan menjaga eksistensi dari produsen loloh cemcem Desa Penglipuran, mengingat produk loloh cemcem telah menjadi produk unggulan dan maskot dari desa tersebut.

Loloh Cemcem yang notabene merupakan jenis jamu, tergolong sebagai warisan budaya lokal khususnya dalam bidang kuliner yang diwariskan secara turun temurun. Lebih lanjut, khasiat dari loloh cemcem diantaranya adalah melancarkan pencernaan, meredakan panas dalam, meningkatkan nafsu makan, mengatasi sembelit, dan masih banyak khasiat lainnya. Oleh karena itu keberlanjutan dan eksistensi dari usaha loloh cemcem sangat penting untuk diperhatikan. Ketika pengusaha loloh cemcem ini mampu diberdayakan, maka akan mampu membangkitkan perekonomian lokal. Ini sejalan dengan Visi dan Misi dari Kabupaten Bangli dan menjadi latar belakang dilakukannya program Pengabdian Kepada Masyarakat ini.

BACA JUGA  Pemenang Lomba Ogoh - Ogoh Berhadiah Rp1,7 Miliar

Agenda dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yakni pemberian materi oleh kelompok dosen dari Universitas Warmadewa khususnya dosen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Akuntansi dan Manajemen serta salah seorang praktisi dari FKIK Universitas Warmadewa. Adapun mitra dari program PKM ini yakni Ketua dari Kelompok Usaha Loloh Cemcem Desa Penglipuran yang sekaligus merupakan pemilik usaha Loloh Cemcem Ibu Kunil yaitu Bapak I Wayan Sandya. Adanya pembatasan pengumpulan masyarakat dalam jumlah besar akibat pandemi Covid-19 mengharuskan program PKM ini hanya diwakili oleh ketua dari kelompok usaha loloh cemcem Desa Penglipuran. Namun hal tersebut tak mengurangi antusias beliau dalam mengikuti program ini, mengingat besarnya manfaat yang diterima.

Ketua pelaksana dari program pengabdian ini yaitu I Gst. B Ngr. P. Putra, SE., M.Si., Ak, CA, menyampaikan bahwa urgensi dilakukannya program Pengabdian Kepada Masyarakat diantaranya disebabkan karena beberapa produsen loloh cemcem di Desa Penglipuran termasuk Bapak Sandya belum memiliki kemampuan terkait proses pencatatan transaksi keuangan yang baik. Ini berakibat pada keterbatasan kemampuan dalam menentukan jumlah pendapatan dan biaya yang telah terjadi selama satu periode. Disamping itu, proses pembukuan yang masih dilakukan secara manual kerap menyebabkan terjadinya perhitungan yang kurang tepat. Melalui pemberian pengetahuan terkait pencatatan keuangan sederhana, diharapkan dapat membantu mitra untuk mengetahui aliran keluar dan masuk dana yang terjadi. Tim pengabdian juga memperkenalkan sekaligus memberikan pelatihan terkait penggunaan aplikasi pembukuan dari pihak ketiga yang bernama aplikasi “Buku Kas”. Melalui penggunaan aplikasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yakni peningkatan efisiensi dan efektivitas proses pembukuan. Pada aplikasi Buku Kas tersedia secara lengkap menu yang berkaitan dengan pencatatan keuangan usaha. Tim pengabdian memperkenalkan dan mengajarkan mitra mulai dari input transaksi penjualan, harga pokok penjualan, input pengeluaran, pencatatan supplier ataupun pelanggan. Mitra juga dapat melakukan pencatatan terkait hutang dan piutang, serta mengatur pengingat tanggal jatuh temponya. Sistem pada aplikasi akan memberikan informasi pengingat bagi mitra terkait nama pelanggan ataupun supplier beserta nominal utang ataupun piutangnya. Aplikasi ini juga menyediakan menu terkait pembayaran hutang dan pelunasan piutang. Hal yang tak kalah pentingnya adalah mitra dapat mengunduh laporan hutang ataupun piutang serta laporan keuangan sederhana sesuai dengan jangka waktu yang diinginkan.

BACA JUGA  Pria Linglung Tanpa Identitas Diamankan Satpol PP

 Selain di bidang pencatatan transaksi keuangan, mitra juga mengalami kendala pada sektor persaingan dan pemasaran. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diberikan bantuan berupa peralatan produksi yang bertujuan untuk menambah varian ukuran dari produk loloh cemcem yang diproduksi. Melalui penambahan varian tersebut, loloh cemcem tidak lagi hanya dipasarkan pada toko, warung, atau rumah makan saja, tapi kedepannya diharapkan dapat menambah pangsa pasar misalnya pada hajatan pernikahan. Program kerja terakhir yang diberikan yaitu sosialisasi terkait tingkat kebersihan dan higienitas. Adanya pandemi Covid-19 menjadi latar belakang faktor kebersihan dan higienitas untuk diperhatikan.

Anggota tim pengabdi diketuai oleh I Gst. B Ngr. P. Putra, S.E., M.Si., Ak., CA, dibantu oleh tiga orang anggota yaitu Gde Deny Larasdiputra, SE., M.Si, I Gede Surya Pratama, SE., MM. serta dr. Adi Pratama Putra P., S.Ked. Hasil dari kegiatan ini yakni terjadi peningkatan pemahaman, efisiensi serta efektivitas proses pencatatan transaksi keuangan pada usaha loloh cemcem. Hasil kedua yaitu peningkatan kesadaran mitra terkait higienitas dan sanitasi proses produksi serta produk loloh cemcem. Hasil yang ketiga yakni penambahan varian ukuran produk baru dari produk loloh cemcem. Adapun saran yang kami berikan yaitu sebagai bentuk sustainabilitas program maka perlu untuk dilakukan pembinaan dan pendampingan secara berkelanjutan. Tujuannya adalah agar mitra dapat secara fasih mengimplementasikan program yang ditawarkan.

BACA JUGA  Wacana New Normal

Profesi            : Dosen Program Studi Akuntansi Universitas Warmadewa

Penulis            : I Gst. B Ngr. P. Putra, SE., M.Si., Ak., CA

Facebook Comments