Seni di Saat Masa Pandemi Covid-19

BaliNews.id – Di masa pandemi covid-19 ini pasti banyak masyarakat yang bosan dengan kehidupan di rumah saja. Begitu juga dengan para pekerja seni yang tidak bisa mengeksplor karyanya ke luar karena kehalang covid-19 ini. Selama kehidupan di rumah saja, kita hanya bisa memanfaatkan media virtual, tetapi keterbatasan dalam media untuk mempertunjukkan sebuah karya sangatlah terbatas untuk dilakukan. Tapi pekerja seni tetap mengupayakan jerih payahnya untuk menghidupkan seni di mas panemi ini, tidak akan ada yang padam meskipun sedang terjadi bencana ini.

Sebab dari itu para pekerja seni sering kali kehabisan ide untuk tetap mengebangkan pekerjaannya di tempat yang terbatas ini. Tetapi mereka tidak buntu sampai sini saja, banyak para management pekerja seni yang sekarang sering berkolaborasi untuk melakukan sesuatu agar para masyarakat tetap bisa menikmati kesenian virtual. Melalui kolaborasi antar berbagai pihak dan akan mampu mendorong semangat dan memberikan harapan kepada seniman, kurator, pemilik galeri/museum sehingga seni rupa tidak tergerus krisis.

BACA JUGA  Pariwisata Cleanliness, Health, and Safety (CHS), Green Economy, Serta Blue Economy di Bali.

Langkah awal yang mereka lakukan melaksanakan webinar kesenian, seperti para pekerja lainnya. Webinar Seni Rupa yang mendiskusikan tentang Seni Rupa di Saat Pandemi Covid-19 telah dilaksanakan pada tanggal 4 Juni 2020 lalu. Acara yang diinisiasi oleh Sarasvati Art Management ini mencoba untuk memberikan gambaran terhadap situasi terkini seniman, kurator dan pengelola museum/galeri selama menghadapi pandemi Covid-19. Sarasvati menghadirkan perwakilan dari galeri dan museum, kurator yang juga art promotor serta seniman/artist dari berbagai daerah.

Webinar ini diselenggarakan atas dasar keresahan dari seniman tentang kelangsungan seni rupa di masa sekarang dan mendatang. Terlebih saat ini kehidupan telah berubah sejak adanya pandemi Covid-19. Pelaku seni dan budaya dituntut untuk berpikir kembali bagaimana upaya yang dapat dilakukan demi mempertahankan keberlangsungan seni yang menjadi mata pencaharian utama mereka. Atas dasar kondisi tersebut, diskusi ini berupaya untuk merumuskan dan mencari solusi untuk membantu Pemerintah dalam menjamin pelaku seni serta memberikan pilihan solusi yang dapat dilakukan oleh pelaku seni selama pandemi maupun pasca pandemi nantinya.

BACA JUGA  Pertahankan Wanita Bali

Dengan banyak diskusi di atas akhirnya pekerja seni mulai melakukan banyak perombakan karya. Mulai dari seni rupa sampai seni desain yang akan dilakukan dengan cara virtual #dirumahsaja. Dilansir dari Indonesia Kaya x Boowlive mereka sudah melakukan banyak sajian seni secara virtual yang akan ditayangkan di Youtube Channel Indonesia Kaya. Seperti menari di rumah saja, musik di rumah saja, teater di rumah saja, musikal di rumah saja, dan masih banyak yang lainnya. Dengan bantuan para penulis, sutradara, kreator, pelaku seni, editor dan tata busana sajian seni virtual ini sudah berjalan lancar dari 6 minggu yang lalu. Yang sempat viral di masyarakat yaitu musikal di rumah saja edisi cerita malin kundang, banyak masyarakat yang senang dengan musikal itu sampai di peragakan kembali. Disini kita bisa melihat bahwa masyarakat sangat menikmati hasil karya pekerja seni walaupun lewat media sosial. Selain menyajikan penampilan kesenian, management ini juga mebuka donasi untuk para medis dan masyarakat yang terkena Covid-19 melalui kitabisa.com.

BACA JUGA  Di Afrika Jutaan Orang Sembuh Dari Corona

Untuk kendala sendiri sajian seni secara virtual pasti lebih memakan waktu untuk masa pegeditan layar dan yang lainnya, tetapi mereka tidak akan berhenti untuk tetap berkarya dan memuaskan para pecinta seni Indonesia.  Tidak jauh juga dengan para pelukis dan pemusik Indonesia, mereka juga melakukan banyak kegiatan virtual seperi mengadakan lomba online melukis dengan tema tertentu yang berhadiah dan juga acara live musik kelontang. Nah yang baru-baru ini ada koleksi dari desainer yang mengangkat desain batik kudus untuk menghidupkan bati yang hampir punah ini. Semua ini di lakukan para pekerja seni untuk tetap menghidupi seni agar tidak redup di masa pandemi. Maka dari itu kita sebagai masyarakat untuk tetap mendukung para pekerja seni dan yang lainny agar tidak runtuh begitu saja dengan saran dan kritik yang kita beri.

Salam budaya, salam kesenian. Dari kami para pekerja seni.

Penulis : Atika Indah Apriliani
Mahasiswi Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Facebook Comments

Agus Hendrawan

Merupakan salah satu tim dari BaliNews.id