Meredupnya Salah Satu Unsur Identitas Bangsa

BaliNews.id – Pudarnya budaya Indonesia di zaman sekarang sangat memprihatinkan. Di era globalisasi yang semakin maju ini, banyak masyarakat yang telah meninggalkan adat istiadat para leluhur. Masuknya budaya asing dan trend yang semakin banyak di dunia maya, menjadi salah satu penyebab lunturnya budaya Indonesia. Bisakah generasi muda menyaring budaya asing yang masuk dan mempertahankan kebudayaan Indonesia? Sebelum membahas lebih dalam lagi, mari kita mengenal apa itu budaya.

Budaya memiliki makna yang berkaitan dengan akal,  budi,  adat istiadat dan tingkah laku manusia. Budaya tumbuh di tengah masyarakat dan diwariskan secara turun temurun.  Kata budaya berasal dari Bahasa Sansekerta “buddhayah”, yaitu bentuk zaman dan “buddhi” yang memiliki arti budi atau akal. Dalam bahasa Inggris, budaya dikenal dengan kata culture. Berdasarkan arti kata tersebut, pengertian budaya bisa berkaitan dengan cara hidup sekelompok manusia yang berkembang kemudian diwariskan turun temurun. 

Berbicara soal budaya, pada tahun 1972 Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mencatat bahwa terdapat 6.127 pulau di Indonesia. Kemudian, pada tahun 1987, pusat survei dan pemetaan ABRI (Pussurta ABRI) menyatakan bahwa Indonesia memiliki 17.503 pulau yang diantaranya sudah memiliki nama. Diantara pulau pulau tersebut sudah banyak Keragaman Indonesia yang terlihat mulai dari agama, suku, etnis, tarian dan masih banyak lagi.  Wilayah ke wilayah lainnya pun sudah berbeda adat istiadatnya. Hal ini juga yang sering menarik perhatian dunia.  Budaya di Indonesia ini merupakan peninggalan dari nenek moyang yang harus kita jaga. Indonesia sendiri sudah terkenal akan keragaman budaya.

Unsur pertama yang ada di dalam budaya adalah bahasa. Bahasa merupakan sebuah media yang berfungsi sebagai cara atau metode bagi manusia untuk berkomunikasi. Dalam melakukan komunikasi, bahasa yang digunakan bisa berupa bahasa lisan maupun tulisan. Adanya budaya juga bisa menjadi indikasi atau tanda akan adanya budaya pada sebuah peradaban. 

Unsur selanjutnya dalam kebudayaan adalah sistem Pengetahuan. Unsur ini mencakup pengetahuan tentang berbagai hal, mulai dari kondisi alam sekitar hingga perilaku sosial manusia. Adanya sistem pengetahuan menjadi penanda adanya budaya pada sebuah peradaban.

Selanjutnya, ada sistem religi yang mencakup agama dan aliran kepercayaan yang dianut oleh sekelompok masyarakat. Unsur ini merupakan unsur yang penting dalam budaya, karena mengatur kehidupan antara manusia dengan manusia dan antara manusia dengan Tuhan. Unsur agama dalam sebuah budaya juga meliputi kegiatan atau praktek yang bersifat suci, baik itu berupa upacara keagamaan maupun tradisi yang berkaitan dengan keagamaan. 

Sistem Kemasyarakatan juga merupakan unsur budaya, dimana ada sekelompok masyarakat yang di dalamnya memiliki kesamaan atau berada dalam satu sistem kekerabatan tertentu. Adanya unsur berupa sistem kemasyarakatan ini berperan sangat penting dalam pewarisan budaya. Unsur berikutnya yang ada di dalam budaya adalah sistem mata pencaharian. Unsur ini merupakan upaya manusia untuk bertahan hidup dengan melakukan berbagai kegiatan yang bisa menghasilkan barang atau jasa yang diperlukan. Kegiatan yang dilakukan bisa berupa bercocok tanam, perdagangan, berkebun dan lain sebagainya. 

Dalam unsur budaya juga terdapat unsur sistem Teknologi dan peralatan yang diciptakan oleh peradaban manusia.  Sistem ini merupakan cara manusia untuk mengolah bahan-bahan mentah menjadi barang jadi yang berhubungan dengan peralatan kerja, pakaian transportasi dan kebutuhan lain. Budaya yang berasal dari akal dan budi manusia kemudian dilaksanakan dengan sebuah tindakan yang memungkinkan manusia untuk membuat atau menciptakan sistem teknologi dan peralatan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Unsur terakhir dalam budaya adalah kesenian. Unsur ini berupa setiap karya atau produk yang dibuat oleh manusia dan mengandung unsur estetika atau keindahan di dalamnya. Unsur ini meliputi berbagai bentuk, mulai dari seni tari, musik, lukis, arsitektur dan lain sebagainya.

Kembali pada pembicaraan diawal, Permasalahan sosial budaya yang paling sering ditemui dalam masyarakat Indonesia adalah adanya pengaruh budaya-pop. Budaya-pop atau budaya populer adalah suatu budaya yang diterima dan dinikmati oleh sebagian besar masyarakat global, termasuk gaya hidup, musik, gagasan, bahkan hobi, dan yang lainnya.  Karena adanya globalisasi, teknologi semakin meningkat termasuk juga peran media massa dimana media massa lah yang berperan besar dalam penyebaran budaya-budaya baru atau budaya asing yang kemudian dikenal dengan adanya budaya-pop.

Globalisasi merupakan salah satu indikator didalam bagaimana sebuah budaya bisa begeser nilai atau cara pandang kita bahkan kebiasaan kita. Globalisasi menjadi salah satu bentuk proses integrasi internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan dunia, produk, pemikiran, dan aspek-aspek kebudayaan lainnya.

Globalisasi tidak hanya menawarkan hiburan yang global, melainkan juga gaya hidup, budaya, dan nilai bagi anak-anak muda yang sedang gelisah dalam menemukan identitas dirinya. Dalam hal ini, masyarakat perkotaan yang cenderung akan lebih mudah dalam menerima segala jenis hal-hal baru yang ditawarkan oleh globalisasi kepada mereka. Hal ini dapat dibuktikan dengan mendunianya fast food, dan soft drink seperti hamburger, coca cola, trend pakaian seperti jeans, serta berbagai sarana kenikmatan lainnya. Keseluruhan contoh-contoh itu berkembang pesat kepada masyarakat perkotaan dan telah menjadi sebuah identitas dari kehidupan mereka yang penuh materialis.

Kebiasaan masyarakat yang semakin lama mulai melupakan tradisi menjadi permasalahan yang sering dijumpai. Misalnya berkurangnya minat terhadap makanan tradisional yang telah tergeser dengan adanya makanan junk food yang semakin mudah ditemui. Berkurangnya budaya permainan anak anak yang telah tergantikan oleh adanya gadget. Dan untuk dikalangan remaja, tarian adat telah pudar dan tergantikan oleh tarian modern. Namun, untuk beberapa remaja kreatif yang telah memodifikasi tarian adat menjadi lebih modern tanpa menghilangkan unsur kebudayaan itu sendiri. Sebagian masyarakat telah berkolaborasi dengan kecanggihan teknologi dalam bentuk internet, untuk menarik perhatian para anak muda. Yang biasanya dikemas dalam bentuk challenge. Sehingga generasi muda akan tertarik dan akan melakukan challenge tanpa menghilangkan budaya itu sendiri.

Menjadi penerus generasi bangsa memanglah tidak mudah. Namun, dengan kekreatifitasan antara kemajuan teknologi tanpa menghilangkan unsur kebudayaan itu sendiri dapat miminimalisir hilangnya salah satu identitas bangsa. Selain itu, hubungan antara orang tua dan remaja sekarang menjadi salah satu kunci penghubung yang sangat efektif.  Dengan cara menceritakan apa saja keunikan dari budaya itu sendiri dan mengajarkan untuk menjadi penerus bangsa tanpa melupakan harta karun dari para leluhur terdahulu. Sehingga budaya para leluhur tidak akan mudah luntur dan bisa terus dilestarikan.  

Penulis : Pramitha Tri Wahyuning Tyas /  Mahasiswa Kebidanan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Facebook Comments

BACA JUGA  Kemana human security ?

Agus Hendrawan

Merupakan salah satu tim dari BaliNews.id