MEMBENTUK KARAKTER MANUSIA “Sebuah Konsep untuk Generasi Indonesia yang Berkualitas”

Tulisan ini dibuat semata-mata hanya untuk perenungan pribadi penulis sebagai manusia yang hidup di tanah air Indonesia. Kecintaan terhadap tanah air menggertarkan hati saya untuk terus mencari solusi tentang permasalahan yang tengah dihadapi Negara, masalah tersebut tidak hanya dari satu aspek namun berbagai aspek kehidupan. Sangat miris mendengar dan melihat apa yang terjadi belakangan ini, anak bangsa seakan lupa akan siapa dirinya dan lupa akan sejarah terbentuknya Negara Indonesia yang besar ini. Mereka seakan menganggap konyol perjuangan-perjuangan yang dilakukan para pahlawan bangsa untuk membentuk dan mempertahankan Negara Indonesia.  Semua cerita tentang kepahlawan seakan hanya dongeng penyemangat atau sebuah formalitas yang diajarkan di sekolah-sekolah oleh para guru sejarah.

Generasi sekarang tampaknya sudah sangat keterlaluan terhadap tanah airnya dan tidak menghargai jasa-jasa para leluhur mereka, di era sekarang banyak anak muda yang mencaci maki keberagaman bangsa Indonesia, mereka menganggap kelompoknyalah yang paling benar dan berkuasa di Negara ini, mereka tidak mengakui fungsi penting dari Pancasila sebagai pemersatu bangsa Indonesia  yang sungguh beragam. Begitu pula halnya dengan budaya luar yang semakin berkembang secara bebas tanpa batas di Negara Indonesia, yang banyak hal tidak sesuai dengan kaidah/etika budaya bangsa Indonesia. Namun local genius yang kita miliki sebagai bangsa Indonesia (budaya timur) seakan lemah tidak berdaya melawan arus globalisasi yang begitu pesat. Sungguh menyedihkan jika kita membayangkan apa yang kelak akan terjadi pada anak-cucu kita di kehidupan mendatang.

Seperti yang kita ketahui Indonesia merupakan Negara yang terkenal dengan keberagaman dan sumber daya alamnya yang berlimpah. Namun permasalahan yang dari dulu adalah kemampuan sumber daya manusia Indonesia yang terbilang masih kurang dalam mengolah sumber daya yang ada. Banyak masyarakat lokal yang masih menjadi penonton di daerahnya sendiri, mereka merelakan daerahnya dikuasai oleh pihak luar dan yang sungguh menyedihkan mereka malah bekerja dengan pihak luar tersebut dan yang paling memprihatinkan adalah adanya perasaan bangga bekerja dengan orang luar (terutama bule). Aneh kan??, coba lah anda iseng berkeliling di sentra-sentra pariwisata, anda akan terkejut melihat kenyataan yang ada, hotel, restaurant, spa, art-shop, dll banyak yang dimiliki oleh orang luar negeri. Dan siapakah karyawannya???, coba anda tanyakan dan  saja sendiri siapa mereka, lihatlah ya pasti anda akan meyaksikan saudara-saudara kita yang rela bekerja untuk orang luar tersebut dan orang luar itu enak-enakan hidup di Indonesia dengan gaya hidupnya yang bisa dibilang sejahtera.

Membangun karakter manusia (character building) tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Pembentukan ini harus sudah dilakukan sejak dini merupakan tugas semua pihak baik itu pemerintah, guru dan juga masryarakat. Ketiganya ini memiliki kaitan penting dan bertanggung jawab dalam pembentukan generasi yang berkualitas. Dengan kerjasama senergis hendaknya menjamin kehidupan yang bermutu dan kualitas pribadi yang mumpuni.

Sebagai bagian dari masyarakat saya merasa memilki peranan dalam mencarikan solusi dan inspirasi untuk membangun karakter manusia Indonesia. Dalam tulisan ini saya menawarkan sebuah konsep yang diharapkan mampu membentuk karakter anak bangsa yang memiliki kekuatan dan daya saing tinggi dengan dunia luar. Dan nantinya akan menimbulkan suatu perasaaan/sifat kebanggan terhadap tanah air Indonesia. Konsep ini saya sesuaikan dengan karakter bangsa Indonesia yang beragam dan keragmaan inilah nantinya yang menjadikan local genius dalam masing-masing individu manusia Indonesia. Konsep pengembangan karakter ini saya sesuaikan dengan pengembangan kecerdasan ketiga bagian otak manusia yaitu SQ, IQ dan EQ dan kemudian diterjemahkan dalam karakteristik asli manusia/hakekat hidup manusia. Ide ini saya adopsi dari teori-teori pendidikan di Indonesia yang saya pelajari di bangku kuliah dan mungkin nantinya tulisan ini bisa dijadikan bahan acuan dalam pengajaran anak didik di kelas dan mengkombinasikannya dengan metode pembelajaran yang cocok.

BACA JUGA  Hak Dan Kewajiban Negara Terhadap Kesehatan Indonesia

  1. Mahkluk Spiritual

Siapa manusia di dunia ini yang tidak mengenal spiritual dan siapa pula yang tidak tertarik dengan hal-hal yang berbau spiritualitas. Tidak hanya di dunia/budaya timur I dunia barat yang notabene masyarakatnya sudah modern spiritual adalah hal yang sangat popular, bahkan dipelajari khusus dan mendalam oleh beberapa orang barat. Spiritual adalah sebuah istiilah yang digunakan untuk menyebutkan hal-hal yang tidak bisa dijelaskan oleh akal/logika manusia dan erat kaitannya dengan kekuatan besar alam semesta. Di dunia timur spiritual digunakan untuk menjelaskan hal-hal yang berbau ketuhanan/religious sehingga terkesan mistik.

Dalam ilmu pendidikan spiritual memiliki peranan penting dalam menjaga keseimbangan kecerdasan anak didik, sehingga sangatlah penting diajarkan hal-hal yang terkait spiritual ini disekolah. Dalam kehidupan manusia kecerdasan spiritual atau Spiritual Quotion memang sudah dibawanya dari sejak lahir namun jarang sekali dikembangkan karena lebih didominasi oleh kecerdasan lainnya. Dalam otak, spiritual Quotion terletak pada bagian otak tengah, dan Inilah pentingnya spiritiual dalam kehidupan manusia yang berfungsi menjaga keseimbangan dalam menjalankan kehidupannya sehingga sangat perlu dikembangkan lebih jauh.

Kecerdesan spiritual ini bukan semata-mata untuk menunjuk  atau membentuk manusia yang memiliki tingkat iman tinggi ataupun manusia yang gemar sembahyang kesana-kemari namun lebih menekankan pada pemahaman tentang hakekat spiritualitas itu, dimana sejatinya menurut pendapat saya mahkluk spiritual adalah mahkluk yang sadar akan dirinya sebagai manusia yang merupakan bagian terkecil dari penciptanya. Dengan adanya kesadaran ini manusia akan menjadi lebih berprikemanusiaan secara sifat dan juga lebih hati-hati dalam bersikap karena dia sudah tahu bahwa dirinya adalah mahkluk ciptaan yang derajatnya paling tinggi dari mahkluk lainnya.

Manusia yang sudah mengembangkan kecerdasan spiritualnya akan memiliki sifat toleransi tinggi terhadap manusia lainnya terutama yang terkait dengan toleransi agama. Ini merupakan hal penting yang sangat dibutuhkan oleh bangsa Indonesia. Karena keberagaman di satu sisi membuat bangsa ini menjadi terkotak-kotak dan lebih parahnya fanatisme agama menyebabkan sifat tidak mau menerima perbedaan agama dan kepercayaan lainnya. Sehingga cukup dengan “tolerasi” menurut saya akan mampu menyelamatkan bangsa ini dari sisi negative keberagaman agama. Cukup simple memang, namun jika dikaji lebih jauh kecerdasan spiritual dan toleransi agama adalah PR besar bagi anak bangsa dan butuh tahap-demi tahapan untuk mewujudkannya.

 

  1. Mahkluk Individual

Sebagai mahkluk individual manusia hendaknya mampu mengembangkan pribadinya secara maksimal terutama yang berkaitan dengan kepintaran/Intelectual Quotion. Pengembangan kepintaran identik dengan penggunaan otak kiri yang merupakan pusat kepintaran manusia dan logika berpikir manusia. Otak kiri bisa dilatih dan dikembangkan sejak usia dini dan sampai tua pun bisa dikembangkan walaupun tidak sebagus pengembangan di usia muda. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk pengembangan otak kiri dan di Indonesia ini sedang populer dan bisa memilih institusi pendidikan formal maupun informal.

BACA JUGA  Tantangan Kapolda Bali Baru

Biasanya sekolah-sekolah di Indonesia didominasi oleh kurikulum yang berusaha untuk mengembangakan otak kiri ini. Entah apa alasannya, mungkin untuk menunjukan pada Negara lain bawasannya Indonesia penduduknya pintar-pintar. Kebijakan untuk meningkatkan kepintaran ini memang sangat penting untuk membentuk karakter manusia Indonesia yang berkualitas, tapi alangkah lebih bagusnya jika pengembangan kecerdasan intelektual digabungkan dengan kecerdasan-kecerdasan lainnya.

Pengembangan kecerdasan intelektual ini akan menghasilkan sifast manusia yang bernama individualism. Sifat ini sangat identek dengasn hal-hal pribadi dan  di satu sisi sering disebut egoism. Kecerdasan intelektual ini sangat penting untuk menunjang kemajuan, karena pembangunan Indonesia sangat membutuhkan manusia-manusia pintar agar semua system pembangunan bergerak bagus.

  1. Mahkluk Sosial

Makhluk social adalah makhluk yang mampu berinteraksi dengan mahkluk lainnya dalam hal ini manusia harus berinteraksi dengan manusia lainnya, karena pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup sendiri dan pasti memerlukan bantuan manusia lainnya. Dengan alasan inilah manusia Indonesia hendaknya mampu mengembangkan kecerdasan emosional atau Emotional Quotion yang merupakan bentuk dari penggunaan otak kanan secara optimal sehingga nantinya akan terbentuk manusia yang berjiwa sosial tinggi dan bersifat saling bantu-membantu.

Mungkin dalam pendidikan di Indonesia ini tidak banyak diajarkan di insitusi pendidikan, sehingga manusia Indonesia hanya bisa mengembangkan otak kanannya di dalam pergaulan masyarakat. Ironisnya jika pergaulan masyarakat bersifat negative, maka akan terbentuk manusia yang bersifat negative pula. Namun Tidak perlu khawatir, karena kecerdesan sosial bisa dikembangkan dalam pergaulan masyarakat dengan memadukan dua kecerdasan lainnya yaitu IQ dan SQ, dengan penggabungan ini akan terbentuk manusia yang mampu memproteksi diri, sehingga dalam pergaulan di masyarakat manusia ini akan selektif terhadap pemikiran-pemikiran yang didapatnya dalam pergaulan di masyarakat.

Tujuan utama dari pengembangan kecerdasan sosial adalah terbentuknya jiwa sosialisme yang memiliki rasa peduli baik itu peduli terhadap sesama manusia namun juga peduli pada lingkungan. Dan perlu diketahui indonisia sekarang ini sedang mengalami degradasi rasa kepedulian sehingga pengembangan mahkluk social ini adlaah salah satu cara menyelamatkan anak bangsa.

  1. Mahkluk Beretika/Susila

Mungkin aspek yang keempat ini lebih bersifat local atau local genius dimana disetiap daerah di dunia memilki etikanya masing-masing. Indonesia sebagai Negara kepulauan menganut budaya timur yang bercirikan dengan budaya saling menghormati, toleransi dan gotong-royong dan semua budaya ini berasal dari pemahaman budaya local asli indonesia yang sudah diwariskan dari turun-temurun. Mungkin ini sedikit berbeda dengan budaya barat yang lebih mengedepankan individualisme yaitu lebih mementingkan diri sendiri.

Etika/susila dalam masyarakat Indonesia diatur dalam peraturan-peraturan adat/norma adat yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia dan tentunya setiap daerah ini memiliki adat yang berbeda namun terkadang ada sedikit persamaannya. Dan pertanyaannya adalah apa pentingnya etika/susila dalam pengembangan jati diri manusia Indonesia???. Ya sangatlah jelas hal ini memiliki peranan penting karena etika akan memberikan batasan-batasan prilaku setiap manusia dan dalam etika ada kaedah-kaedah yang bersifat logis tentang segala sesuatu yang dianggap baik dan buruk. Jika tidak dibalut dengan etika ini ditakutkan nantinya manusia yang dibentuk akan tidak memilki karakter yang kuat terutama terkait dengan local geniusnya.

BACA JUGA  Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) berbasis One Village One Product (OVOP) di Kala Pandemi

Mungkin anda sering melihat orang yang pintar, kaya dan memiliki kekuatan politik besar namun etikanya sangat kurang, entah itu pada saat dia berbicara dengan orang yang beda usia atau bagaimana tata cara berpakaiannya dalam masyarakat dimana ia tinggal, terkadang bisa dibilang mereka ini tidak  menempatkan dirinya. Inilah yang pepatah sering mengatakan “dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung”, istilah ini merupakan sebuah pesan dari leluhur kita, agar kita selalu menjaga etika dimanapun kita berada, karena diri seseorang adalah cerminan dari diri banyak orang. Lebih gamblanya jika anda beretika jelek di suatu desa yang bukan merupakan desa anda, maka yang dicap jelek bukan hanya anda, melainkan seluruh keluarga dan desa anda akan dicap jelek. Contoh lainnya adalah para pelaku-pelaku korupsi di Indonesia. Mereka bukanlah berasal dari masyrakat golongan menengah ke bawah ataupun orang-orang yang tidak berpendidikan tinggi, namun melainkan mereka dalah orang-orang pintar dan ekonomi bagus. Tapi mengapa mereka korupsi??, apakah kekayaan dirumahnya tidak cukup untuk hidup??. Jawabannya pasti adalah kebobrokan moral mereka yang tidak peduli dengan etika-etika masyarakat dan menganggap kepentingan pribadi lebih berharga daripada kepentingan umum. Mungkin jika semua manusia Indonesia sudah mengembangkan diri sebagai makhluk susila/beretika, permasalahan korupsi akan bisa diatasi, karena mereka akan merasa malu menggunakan uang yang bukan punya mereka.

Untuk generasi Indonesia dimana pun berada, Empat aspek ini saling berhubungan satu dengan yang lainnya untuk menjamin kualitas generasi yang berdaya saing tinggi. Bisa dibayangkan jika seandainya ada seorang anak yang tingkat kecerdasan intelektualnya lebih dominan dibandingkan kecerdasan emosional maupun yang lainnya, anak tersebut cenderung bersifat individual dan menganggap dirinya lebih unggul dari manusia lainnya. Inilah yang sering disebut sifat ego/egoism yang sering kita jumpai dimana-mana. Penggabungan keempat aspek kecerdasan ini bertujuan untuk membentuk manusia yang seimbang, tidak hanya pintar namun dia juga memiliki empati pada lingkungan sekitarnya dan juga dia bisa beradaptasi dengan norma/etika yang berlaku dalam masyarakat. Dengan karakter seperti ini saya yakin generasi Indonesia akan memiliki keunggulan dan mampu bersaing dengan generasi-generasi dari bangsa lainnya di dunia.

Semua kesuksesan berasal dari sebuah mimpi. Begitu pula halnya dengan cita-cita untuk membangun jati diri manusia Indonesia yang berkualitas merupakan sebuah mimpi besar yang diharapkan menjadi kenyataan oleh sebagian besar orang. Mungkin tidak mudah untuk mewujudkan mimpi ini, namun dengan tindakan kecil yang terus dilakukan setiap waktu setidaknya akan mampu mengubah mindset anak bangsa. Marilah kita saling bahu-membahu untuk terus mengembangkan karakter yang berkualitas untuk generasi kita. Semoga bangsaku tetap jaya dan akan menjadi negara besar yang disegani oleh Negara-negara lainnya di dunia.

Penulis: I GEDE JULIANTARA, S.Pd (Gede Julius)

Facebook Comments