Menunggu Mantra Cinta

Mentari pagi, apa yang telah terjadi kepadaku? Apa yang kau lakukan kepadaku? Semakin engkau bersinar semakin berdebar jantungku. Mentari pagi, engkau pasti tahu, pagi ini aku tak sabar menunggu telepon itu berdering. Pagi ini tanpa kutahu, tetiba saja hatiku dipenuhi rasa cinta, penuh bunga-bunga kegembiraan, semua ingatanku tertuju padanya.

Tak sabar aku menunggunya menyapa, tak sabar aku mendengar sapaan paginya, suara lembutnya yang penuh kasih sayang dan cinta. Tak sabar aku menanti kata, “ Selamat Pagi Sayang” darinya. Ingin aku segera tersenyum dan mendengar semua cerita paginya.

Rindu, ada apa denganmu? Kenapa kau buat aku seperti ini? Aku sedang tidak berhari-hari tidak berjumpa, aku sedang tidak sekian lama tak berbicara dengannya. Kau dan aku selalu berjumpa, kau dan aku selalu berbicara. Tapi kenapa rindu ini tak mau mengerti juga, kenapa rindu ini selalu mengusik? Dan pagi ini, rindu ini telah membuatku menjadi hilang tenang. Semua tentangmu terbayang dengan sempurna di pelupuk mata, pikir, hati, jiwa, menyebar ke seluruh raga dan sumsum rasaku.

BACA JUGA  Candu Pagi

Aku tak kuasa menunggu dering pagi darimu. Aku ingin segera menyapamu. Serasa aku ingin berteriak mengatakan, “ aku mencintaimu, aku rindu padamu, i love you”. Tak sabar aku mengucapkan doa pagiku untukmu, serasa aku ingin berlari, melompat penuh rasa bahagia, dan memelukmu dengan sepenuh cinta dan rinduku.

Pagiku yang gelisah, pagiku yang serba salah. Pagiku yang penuh arti kala rindu berulah tak sabar menanti. Pagiku yang akan selalu sempurna setelah aku mendengar mantra-mantra cintamu, “ Selamat Pagi Sayang, Mohon doanya ya, I love you”. Kau dan mentari pagi, rindu dan kegelisahanku adalah pelengkap hari dan pemberi warna-warni hidupku denganmu.

Love in Bali, 16 Februari 2021

Facebook Comments