Kemana human security ?

BaliNews.id – Keamanan memiliki konsep luas, tidak hanya tentang polisi maupun TNI melainkan seluruh umat manusia yang membutuhkan rasa aman dari apapun. Barston (1988) menjelaskan keamanan dalam tiga tingkatan yaitu: individu, negara bangsa, dan internasional, tingkatan terendah pada keamanan yaitu individual. United Nation Development Programme (UNDP, 1994) menyebut setidaknya ada tujuh komponen human security, yaitu economic security, food security, health security, environmental security, personal security, community security, dan political security. Ketujuh elemen human security telah terancam dengan adanya wabah penyakit Covid19 yang meluluh lantakkan seluruh lapisan di dunia tak terkecuali Indonesia. Sektor ekonomi, pangan, kesehatan, lingkugan, personal, komunitas, hingga keamanan politik menjadi terganggu akibat pandemi Covid19. Human security terkesan terlihat tidak jelas dan tampak kabur dalam artian kemana fokus pemerintah dalam menanggulangi Covid19, sehingga untuk mewujudkan human security timbul pertanyaan, apa fokus awal dan prioritas utama dalam penanganan wabah ini.

Sumber: Polisi Syariah, Keamanan untuk siapa? (Haryanto, 2014)

Dalam matrik studi keamanan dijelaskan terdapat empat kuadran yang menjelaskan tentang ancaman berdasarkan pada kondisi yang berbeda-beda. Human security berada di kuadran 4 yaitu kemanan masyarakat, kelompok, atau individu yang sumber ancaman bisa berasal dari militer maupun nonmiliter. Dikaitkan dengan Covid19, sebenarnya yang terkena dampak dari pandemi ini adalah negara dan masyarakat, kelompok, atau individu dalam bidang non militer. Ancaman yang jelas terlihat yaitu keamanan lingkungan dan ekonomi, mulai dari kebijakan pemerintah yang membebaskan narapidana dan kemudian berulah kembali hingga ancaman ekonomi yang mengalami penurunan drastis di segala sektor.

BACA JUGA  Aku Bangga Menjadi Sudra

            Kebijakan pemerintah dalam menangantisipasi ancaman yang mengancam keamanan manusia menjadi sorotan tajam, 3 bulan lebih melakukan berbagai macam kebijakan tetapi hasilnya belum terlihat disamping itu belum maksimalnya bantuan sosial yang diberikan hingga kebijakan kepala daerah yang tidak sepenuhnya pro terhadap rakyat. Ancaman lingkungan dan ekonomi bagi kelangsungan hidup menjadi nyata dengan adanya pandemi ini, human security menjadi dipertanyakan dan terkesan seolah-olah pemerintah pura-pura tidak tahu-menahu tentang permasalahan ini khususnya di daerah.

Konsep Humman Security menurut (UNDP, 1994) diantaranya:

  1. Human security merupakan keprihatinan universal. Hal ini diklaim relevan untuk masyarakat dimanapun, dinegara-negara kaya dan miskin. Ancaman yg umum seperti pengangguran, narkoba, kejahatan, polusi, dan pelanggaran HAM.
  2. Human security harus saling bergantung. Ketika rasa aman orang terancam disetiap tempat didunia, semua negara kemungkinan besar ikut terlibat. Kelaparan, penyakit, polusi, perdagangan narkoba, terorisme, perselisihan etnis dan disintegrasi sosial adalah peristiwa yang tidak lagi terisolasi, terkurung dalam batas-batas nasional.
  3. Human security diklaim lebih mudah untuk menjamin keamanan melalui pencegahan dini. Hal ini memberikan biaya yang murah untuk mencegah ancaman di hulu daripada di hlir.
  4. Human security adalah people centred. Berkaitan dengan bagaimana orang-orang hidup dan bernafas dalam masyarakat, bagaimana mereka beraktivitas dengan bebas dengan banyak pilihan, berapa banyak akses yang mereka miliki terhadap peluang pasar dan sosial, dan apakah mereka hidup dalam konflik atau damai.
BACA JUGA  Pertahankan Wanita Bali

Keempat konsep ini benar-benar terlihat dan nyata dengan munculnya pandemic Covid19. Ancaman keperihatinan universal yang terjadi pada saat ini adalah pengangguran dan kejahatan. Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan per 4 Mei 2020 angka pengangguran bejumlah 1.722.956 orang akibat Covid19 dan diprediksi akan melonjak seiring tidak ada progress dalam penanganan kasus ini menjadi 2,92-5,23 juta orang dan ini benar-benar mengancam perekonomian nasional yang mengalami pertumbuhan secara negatif.

Ketika rasa aman orang terancam disetiap tempat didunia tentunya menjadikan segalanya terlihat berbeda dari biasanya. Istilah new normal menghiasi kegiatan sehari-hari, mencari rasa aman dari penyakit dengan menggunakan masker setiap aktivitas bahkan menjaga jarak menjadi hal wajib. Melakukan cek suhu di beberapa area menjadi makanan sehari-hari agar tetap terjaga dari rasa aman. Pencegahan dini yang sekiranya terlambat dan menjadikan segalanya terlihat aneh dengan istilah new normal-nya. Sejatinya lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali untuk memberikan rasa aman khususnya bagi individu masing-masing. Rasa aman yang berkaitan dengan bagaimana orang-orang hidup dan bernafas dalam masyarakat, serta bagaimana mereka beraktivitas dengan bebas dengan banyak pilihan menjadi terganggu. Bernafas merupakan hak mutlak manusia untuk dapat melangsungkan hidupnya yang kini mulai sedikit terganggu dengan pengunaan masker dalam setiap aktivitasnya. Rasa aman ini apabila diusik akan berakibat fatal karena keempat konsep ini sejatinya merupakan hak dasar individu untuk melangsungkan kehidupannya.

BACA JUGA  SEMANGAT

Kemana keamanan individu, menjadi pertanyaan besar, karena setiap melakukan aktivitas apapun diluar rumah setiap orang wajib memenuhi protokol kesehatan mulai dari menggunakan masker, menjaga jarak aman, hingga melakukan pengecekan kesehatan (rapid, swab) apabila bepergian menggunakan moda transportasi udara dan laut. Kondisi Covid19 merupakan kondisi yang mengancam baik negara maupun masyarakat, individu dan dapat diartikan kondisi pada saat perang, yaitu melawan penyakit yang tidak terlihat wujudnya. Keamanan ekonomi, kesehatan, dan makanan menjadi inti dari human security diantara keamanan sektor lainnya, karena tiga keamanan ini merupakan faktor terpenting dalam melangsungkan kehidupan individu. Kemanan ekonomi yang mulai terusik menjadikan individu sedikit mengabaikan faktor kesehatan dalam bertindak dengan tujuan keamanan pangan. Tiga hal ini layaknya rantai makanan yang memiliki keterkaitan satu dengan yang lain, apabila satu putus, yang lain akan ikut putus. Sehingga pemerintah harus benar-benar cermat dan bijak dalam melakukan pengambilan keputusan tentang human security.

Penulis: I Made Chandra Mandira, SE., M.Han
Dosen FEB Universitas Pendidikan Nasional